Pernikahan Dini
Bertahankah Pernikahan Dini?
Pernikahan di usia dini sepertinya semakin banyak aja nih. Bukannya meragukan kualitas pernikahannya nanti sih, tapi kenyataannya remaja yang masih berusia muda itu tentu masih memiliki emosi jiwa yang labil sementara dalam pernikahan itu bukan hanya sekedar senangnya aja khan….
Yach..setelah beberapa bulan sibuk di rantauan (lagi kuliah sih sebenarnya), tiba juga libur panjang bisa pulkam juga akhirnya. Tidak banyak perkembangan yang terjadi di kampung saya sih tapi ada beberapa hal yang pastinya terlewatkan selama saya tidak disana.
Liburan kemarin cukup menyisakan banyak inspirasi yang ingin saya tuangkan dalam blog, salah satunya pernikahan dini ini.
Saya cukup terkejut mengetahui bahwa beberapa adik-adik kelas yang jauh di bawah saya dulu ternyata sekarang sudah banyak yang berumah tangga. Beberapa tetangga saya dan juga keluarga pun ada yang menikah sewaktu mereka masih berusia belasan tahun. Bahkan sebenarnya mereka belum lulus SMA. Ga tanggung-tanggung lho, baru lulus SMP mereka udah menikah. Fakta ini bukan hanya remaja putri (cewek) tapi juga remaja putra (cowok).
Alasan utama ga terlalu jelas, saya rasa bukan karena kurang biaya untuk melanjutkan sekolah saja. Dari beberapa orang yang saya lihat mereka masih tergolong mampu kok. Saya sempat bertanya kepada orang tua dari slah satu mereka, alasannya karena ada yang melamar dan anaknya juga mau jadi ya dilangsungkan aja.
Melihat masalah yang sering muncul di tv (merujuk pada artis ni ya) banyak banget terjadi pernikahan yang bukan hanya yang sudah lama tapi juga yang seumur jagung melakukan perceraian. Masalah umum karena adanya perselingkuhan, tapi yang sering disebutkan sebagai alasan klise adalah sudah tidak adanya kecocokan lagi.
Melihat fenomena tersebut apakah mereka yang berusia remaja itu sudah bisa mengatur dan mempertimbangkan dengan baik apa yang akan terjadi di dalam pernikahannya nanti.
Apabila alasan menikah hanya untuk menghindari perbuatan zina atau perbuatan yang tidak senonoh, saya rasa itu tidak akan cukup untuk membangun fondasi rumah tangga yang kuat. Tentu harus ada kesiapan mental dan fisik, perlu banyak pembelajaran yang harus difahami saat menjalaninya. Jika hanya karena masalah sepele jadi berantem terus bercerai kan benar-benar ga lucu. Mohon maaf kalau terkesan mengajari, sebenarnya itu ditujukan buat diri sendiri sih biar bisa lebih bijak
Seperti lirik lagu bang H. Rhoma Irama
Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah Tak pernah mau mengalah
Masa muda masa yang berapi-api
Yang maunya menang sendiri Walau kalah tak perduli
“Darah Muda” by Rhoma Irama
(kalau ada kesalahan kata atau lirik mohon dikoreksi ya he he)
Dari semua itu saya harap bisa dimengertilah apa yang ingin saya ungkapkan kenapa pernikahan dini itu memiliki kekhawatiran tersendiri, meskipun bukan hanya orang yang muda saja bisa memiliki masalah dalam pernikahan orang-orang yang lebih dewasa pun tentu akan memiliki masalah masing-masing.
Kalau bisa dikembalikan ke diri masing-masing, semoga saja kita bisa menjaga apa yang seharusnya kita jaga dengan baik.
Semoga bisa membina rumah tangga yang bahagia dan sempurna (bagi ukuran manusia) Amin….























artikelnya bagus nih…tapi kalo aku sih balik lagi masalah jodoh udah ada yang mengatur.. termasuk perceraian..mungkin juga begitu…lebih baik semua keputusan hidup didasarkan pada hati nurani dan banyak banyaklah berkeluh kesah kepada sang pencpta…agar kita diberikan kebijaksanaan dalam menjalani perjuangan hidup
tp bukannya sperti yg org sring bilang bhwa hidup itu adalah pilihan jd sbenarnya bgaimana kita untuk menyiasatinya kan, klo kita berusaha mncari jalan n cara yg positif tntu kta bsa bertndak lbih baik, eh sok tau banget ya..:-)
saya juga kepengen nikah mudah nih
sah2 aja, yg pnting tnggung jwabnya ya mas..^_^
masalah dalam keluarga psti ada baik psangan muda maupun psangan yang sudah tua, yang penting adalah mendasarkan keluarga di atas cinta da Allah.